Jenis Jenis Cairan Infus dan Fungsinya

Infus menjadi salan satu perawatan medis yang serong dilakukan. Perawatan medis ini dilakukan dengan mengaliri tubuh lewat pembuluh darah melalui selang infus. Selang infus ini di dalamnya terdapat cairan infus yang akan masuk ke tubuh. Seperti apakah jenis cairan infus yang seringkali diberikan. Berikut ini diantaranya :

1. Asering

Cairan dalam tiap liternya memiliki komposisi sebagai berikut :

  • Na 130 mEq
  • Cl 109 mEq
  • Ca 3 mEq
  • K 4 mEq
  • Asetat/garam 28 mEq

Fungsi cairan ini dapat diberikan saat pasien dehidrasi (keadaan shock hipovolemik dan asidosis), demam berdarah dengue, trauma, dehidrasi berat, luka bakar dan shock hemoragik.

Adapun manfaat cairan asering yaitu:

  • Dapat menjaga suhu tubuh sentral pada anestasi dan isofluran terutama kandungan asetatnya pada saat pasien dibedah
  • Meningkatkan tonisitas sehingga dapat mengurangi resiko edema serebral

2. Cairan Kristaloid

a.) Normal Saline

Komposisi : Na: 154 mmol/l,Cl:154 mmol/l

Kegunaan :

  • Mengganti cairan saat diare
  • Mengganti elektrolit dan cairan yang hilang di intravaskuler
  • Menjaga cairan ekstra seluler dan elektrolit serta membuat peningkatan pada metabolit nitrogen berupa ureum dan kreatinin pada penyakit ginjal akut.

b.) Ringer Laktat (RL)

Komposisi : (mmol/100 ml : Na = 130, K = 4-5, Ca = 2-3, Cl = 109-110, Basa = 28-30 mEq /L)

Manfaat cairan Ringer Laktat : Kandungan kaliumnya bermanfaat untuk konduksi saraf dan otak, mengganti cairan hilang karena dehidrasi, syok hipovolemik dan kandungan natriumnya menentukan tekanan osmotik pada pasien.

c.) Deaktrosa

Cairan terdiri dari beberapa komposisi yakni :

Glukosa = 50 gr/l,100 gr/l,200 gr/l

Manfaat deaktrosa adalah cairan yang diperlukan pasien pada saat terapi intravena,dan diperlukan untuk hidrasi ketika pasien sedang dan selesai operasi.

d.) Ringer Asetat (RA)

Komposisi cairan ini hampir sama dengan cairan Ringer Laktat namun keduanya memiliki manfaat yang berbeda bagi pasien yaitu :

  • berguna sebagai cairan metabolisme di otot pasien
  • Bermanfaat bagi pasien resusitasi (kehilangan cairan akut) yang mengalami dehidrasi yang berat dan syok maupun asidosis
  • bagi pasien diare (yang kehilangan cairan dan bikarbonat masif)
  • demam berdarah
  • luka bakar (syok hemoragik)

Manfaat yang dirasakan pasien dengan cairan ini 3-4 kali lebih cepat dan efektif daripada cairan Ringer Laktat (RL).

3. Cairan Koloid

Cairan ini merupakan cairan yang terdiri dari molekul besar yang sulit untuk menembus pada membran kapiler. Biasanya cairan digunakan untuk mengganti cairan yang hilang yakni cairan intravaskuler, digunakan untuk membuat tekanan osmose plasma lebih terjaga dan mengalami peningkatan. Jenis cairan koloid yaitu :

a.) Albumin

Komposisi : Protein 69-kDa yang mendapat pemurnian yang berasal dari plasma manusia (misalnya 5 %).

Adapun manfaat albumin yaitu mengganti jumlah volume yang hilang atau protein ketika pasien mengalami syok hipovolemia, hipoalbuminemia, saat operasi ,trauma, gagal ginjal yang akut dan luka bakar. Selain itu, ketika pasien diterapi dengan albumin dapat memberi pengaruh diuresis yang berkelanjutan serta membantu dalam penurunan berat badan.

b.) Hidroxyetyl Starches (HES)

Komposisi : Starches (memiliki 2 tipe polimer glukosa:amilosa dan amilopektin).

Manfaat cairan HES yakni membantu menurunkan permeabilitas pembuluh darah pada pasien post trauma. sSehingga resiko kebocoran kapiler dapat terhindarkan dan membantu menambah jumlah volume plasma walaupun pasien mengalami kenaikan permeabilitas.

c.) Dextran

Komposisi : Polimer glukosa (hasil sintesis bakteri Leuconosyoc mesenteroides melalui media sukrosa)

Manfaat dextran, membantu menambah plasma ketika pasien mengalami trauma, syok sepsis, iskemia celebral, vaskuler perifer dan iskemia miokard. Selain itu, cairan dextran memberi efek anti trombus yakni dapat menurunkan viskositas darah dan mencegah agregasi platelet.

d.) Gelatin

Komposisi: hidrolisi kolagen bovine

Manfaat : Memberi efek antikoagulan, Dapat membantu menambah volume plasma pada pasien

4. Cairan Mannitol

Komposisi terdiri dari karbon, hidrogen dan oksigen (C6H14O6). Manfaatnya yaitu membantu tekanan intrakranial yang tingga menjadi normal atau berkurang, memberi peningkatan diuresis pada proses pengobatan gagal ginjal (oliguria), membuateksresi senyawa toksik menjadi meningkat. Bermanfaat juga sebagai larutan irigasi genitouriner ketika pasien sedang menjalani operasi prostat atau transuretral.

5. KA-EN 1B

Komposisinya dalam tiap 1000 ml yaitu :

  • Sodium klorida 2,25 g
  • Anhidrosa dekstros 37,5 g
  • Elektrolit (meq/L) yang terdiri dari : Na+ (38,5),Cl- (38,5),dan glukosa (37,5 g/L

Manfaat cairan KA-EN 1B :

Dapat menjadi cairan elektrolit pasien pada kasus pasien yang sedang dehidrasi karena tidak mendapat asupan oral dan pasien yang sedang demam. Selain itu cairan ini bisa diberikan kepada bayi prematur maupun bayi yang baru lahir sebagai cairan elektrolitnya.

6. KA-EN 3A & KA-EN 3B

Komposisi :

  • KA-EN 3A
  • Sodium klorida 2,34 g
  • Potassium klorida 0,75 g
  • Sodium laktat 2,24 g
  • Anhydrous dekstros 27 g
  • Cairan elektrolit (meq/L): Na + 60,K+10,Cl-50,glukosa 27g/L,kcal/L:108
  • KA-EN 3B
  • Sodium klorida 1,75 g
  • Ptasium klorida 1,5 g
  • Sodium laktat 2,24
  • Anhydrous dekstros 27 g
  • Cairan elektrolit (mEq/L) : Na + (50),K+ (20),Cl- (50),laktat- (20),glukosa (27g/L),kcal/L (108)

Manfaat kedua larutan ini adalah :

Membantu memenuhi kebutuhan pasien akan cairan dan elektrolit karena kandungan kaliumnya (pada KA-EN 3A mengandung kalium 10 mEq/L dan KA-EN 3B mengandung kalium 20 mEq/L) yang cukup walaupun pasien sudah melakukan ekskresi harian.

7. KA-EN MG3

Komposisi :

  • Sodium klorida 1,75 g
  • Anhydrous dekstros 100 g
  • Sodium laktat 2,24 g
  • Cairan elektrolit (mEq/L) yang terdiri dari: Na+ (50),K+ (20),Cl- (50),laktat- (20),glikosa (100 g/L),kcal/l (400)

Manfaatnya yakni membantu cairan elektrolit harian pasien maupun saat pasien mendapat asupan oral terbatas, memenuhi kebutuhan kalium pasien (20 mEq/L) dan sebagai suplemen NPC yang dibutuhkan pasien (400 kcal/L).

8. KA-EN 4A

Memiliki komposisi (per 1000 ml), yang mengandung :

  • Na 30 mEq/L
  • Cl 20 mEq/L
  • K 0 mEq/L
  • Laktat 10 mEq/L
  • Glukosa 40 gr/L

Manfaat larutan ini yakni dapat diberikan sebagai larutan infus untuk bayi dan anak-anak, menormalkan kadar konsentrasi kalium serum pada pasien, membantu pasien mendapatkan cairan kembali ketika mengalami dehidrasi hipertonik.

9. KA-EN 4B

Komposisinya yaitu :

  • Na 30 mEq/L
  • K 8 mEq/L
  • Laktat 10 mEq/L
  • Glukosa 37,5 gr/L
  • Cl 28 mEq/L
ads

Manfaat cairan infus KA-EN 4B :

Dapat diberikan pada bayi dan anak–anak usia kurang dari 3 tahun sebagai cairan infus bagi mereka, mengurangi resiko hipokalemia ketika pasien kekurangan kalium dan mengganti cairan elektrolit pasien ketika dehidrasi hipertonik.

10. Otsu-NS

Komposisinya terdiri dari elektrolit (mEq/L) :

  • Na+=154
  • Cl- +154

Manfaat cairan Otsu-NS yakni mengganti Na dan Cl ketika pasien diare,mengganti kehilangan natrium pada pasien saat asidosis diabetikum,insufisiensi adrenokortikal,dan luka bakar. Selain itu, mengganti cairan saat pasien mengalami dehidrasi akut.

11. Otsu-RL

Komposisi terdiri dari cairan elektrolit (mEq/L), yaitu :

  • Na+ =130
  • K+ = 4
  • Cl- =108.7
  • Laktat = 28
  • Ca++ = 2.7

Manfaatnya yaitu memberi pasien ion bikarbonat dan sebagai cairan asidosi metabolik dan sebagai resuisitasi.

12. MARTOS-10

Komposisi : 400 kcal/L

Manfaat cairan ini adalah dapat membantu mencukupi suplai air dan karbohidray pada pasien diabetik secara parental dan dapat memberi nutrisi eksogen pada pasien kritis penderita tumor,infeksi berat,pasien stres berat maupun pasien mengalami defisiensi protein.

13. AMIPAREN

Komposisi tiap liter dari Amiparen terdiri dari beberapa kandungan yaitu:

L-leucine 14g, L-isoleucine 8g, L-valine 8g,lysine acetate 14,8g (L-lysine equivalent 10,5g), L-threonine 5,7g,L-tryptophan 2g,L-methionine 3,9g,L-phenylalanine 7g,L-cysteine 1g,L-tyrosine 0,5g, L-arginine 10,5g,L-histidine 5g,L-alanine 8g, L-proline 5g,L-serine 3g,aminoacetic acid 5,9g,L-aspartic acid 30 w/w%,total nitrogen 15,7g,sodium kurang lebih 2 mEq,acetate kira-kira 1220 mEq dan kandungan Sodium bisulfit ditambahkan sebagai stabilisator.

Cairan ini bermanfaat bagi pasien yang mengalami stres metabolik berat, mengalami luka bakar, kwasiokor dan sebagai kebutuhan nutrisi secara parental.

14. AMINOVEL- 600

Komposisi cairan ini tiap 600 liter terdiri atas :

  • amino acid (L-form) 50g
  • D-sorbitol 100g
  • ascorbic acid 400mg
  • inositol 500mg
  • nicotinamide 60mg
  • pyridoxine HCl 40mg,
  • riboflavin sodium phosphate 2,5mg.
  • Selain itu komposisinya terdiri dari elektrolit:
  • Sodium 35 mEq
  • potassium 25 mEq
  • magnesium 5 mEq
  • acetate 35 mEq
  • maleate 22 mEq
  • chloride 38 mEq

Manfaatnya adalah meningkatkan kebutuhan metabolik pada pasien yang mengalami luka bakar, trauma pasca operasi serta pasien yang mengalami stres metabolik sedang. Selain itu, cairan diberikan kepada pasien GI sebagai penambah nutrisi.

15. TUTOFUSIN OPS

Komposisi tiap liternya adalah:

  • Natrium = 100 mEq
  • Kalium = 18 mEq
  • Kalsium = 4 mEq
  • Sorbitol = 50 gram
  • Klorida = 90 mEq
  • Magnesium =6 mEq

Manfaatnya yakni memenuhi kebutuhan pasien akan air dan cairan elektrolit baik saat sebelum,sedang dan sesudah operasi. Selain itu, dapat membantu pasien mendapatkan kembali air dan cairan elektrolit saat mengalami dehidrasi isotonik dan kehilangan cairan intarselular, juga memenuhi kebutuhan pasien akan makanan yang mengandung karbohidrat secara parsial.

EVALUASI HASIL AUDIOMETRI

AUDIOMETRI

Audiometri adalah pemeriksaan untuk menentukan jenis dan derajat ketulian (gangguan dengar).

Hasil audiometri : audiogram

Pemeriksaan dilakukan menggunakan audiometer nada murni (mudah diukur, mudah diterangkan)

TUJUAN EVALUASI HASIL AUDIMETRI

  1. Mengerti gambaran audiogram dan simbul-simbulnya
  2. Mengerti informasi yang terdapat dalam audiogram
  3. Mengerti mengenai jenis-jenis ketulian
  4. Mengerti Tingkat cacat

MEMBACA HASIL AUDIOMETRI

Identitas : nama, kelamin, usia, unit kerja

Informasi dalam audiogram :

  • Intensitas
  • Frekuensi
  • Nilai ambang dengar
  • AC, BC
  • Simbul/Kode
  • Grafik/Kurve

Simbul/Kode :

  • Kanan, kiri, AC, BC, Unmasked, Masked
  • Warna : merah/Kanan, Biru/Kiri

Jenis Ketulian : CHL, SNHL, Campuran

Menghitung tingkat cacat:

  • Unilateral/Monaural, Binaural
  • Besaran tingkat cacat (Tingkat cacat : mengukur nilai rata2 ambang dengar (HTL) dlm dB pada Frek. 500, 1000, 2000, 4000 Hz.).

INTERPRETASI

Normal / tidak ada penurunan pendengaran apabila :

Nilai Ambang pendengaran < 25 dB baik pada BC atau AC pada semua frekuensi.

SNHL / NIHL :

o   AC turun, BC turun

o   Kurva AC dan BC berhimpitan.

o   Adanya Takik pada Frekuensi 4000 Hz.

CHL :

o   AC turun, BC normal

o   Kurva AC dan BC ada Gap.

Campuran :

o   AC turun, BC Normal dan turun

o   Kurva AC dan BC ada yg berhimpitan dan ada yg Gap

NORMAL AUDIOMETRI

CONDUCTIVE HEARING LOSS

SENSORY NEURAL HEARING LOSS

MIX HEARING LOSS

NIHL :

Terjadi kerusakan Cochlea di area frekuensi 4 Kc

Audiogram : Penurunan / “notch” di area 4 KC

Cara Kerja Rontgen atau Sinar X Ray

Seperti banyak penemuan monumental lainnya, teknologi X-ray ditemukan secara kebetulan. Pada tahun 1895, seorang fisikawan Jerman bernama Wilhelm Roentgen membuat penemuan saat bereksperimen dengan berkas elektron dalam tabung debit gas. Roentgen memperlihatkan bahwa layar fluorescent di lab mulai bersinar ketika berkas elektron dihidupkan. Tanggapan ini sendiri tidak begitu mengejutkan karena bahan fluorescent biasanya bersinar sebagai reaksi terhadap radiasi elektromagnetik, tapi tabung Roentgen dikelilingi oleh karton hitam tebal. Roentgen menduga hal ini akan menahan sebagian besar radiasi.

Roentgen menempatkan berbagai objek antara tabung dan layar, dan layar masih bersinar. Akhirnya, ia meletakkan tangannya di depan tabung, dan melihat siluet tulangnya diproyeksikan ke layar neon. Segera setelah menemukan sinar-X sendiri, ia telah menemukan aplikasi yang paling bermanfaat bagi manusia.

Penemuan luar biasa Roentgen merupakan salah satu kemajuan medis yang paling penting dalam sejarah manusia. Teknologi X-ray memungkinkan dokter melihat langsung melalui jaringan manusia untuk memeriksa patah tulang, gigi berlubang dan benda-benda yang tertelan dengan mudah. Modifikasi prosedur X-ray dapat digunakan untuk memeriksa jaringan lunak, seperti paru-paru, pembuluh darah atau usus.

Apakah Yang Dimaksud Dengan X-Ray?
X-Ray atau sinar-X pada dasarnya hal yang sama seperti sinar cahaya tampak. Keduanya berbentuk seperti gelombang energi elektromagnetik yang dibawa oleh partikel yang disebut foton. Perbedaan antara sinar-X dan sinar cahaya tampak adalah tingkat energi foton individual. Hal ini juga dinyatakan sebagai panjang gelombang sinar.

Mata kita peka terhadap panjang gelombang tertentu pada cahaya tampak, tetapi tidak dengan panjang gelombang yang lebih pendek dari energi yang lebih tinggi dari gelombang sinar-X atau panjang gelombang yang lebih rendah dari energi gelombang radio.

Foton cahaya tampak dan foton sinar-X dihasilkan oleh pergerakan elektron dalam atom. Elektron menempati tingkat energi yang berbeda, atau orbital, di sekitar inti atom. Ketika elektron turun ke orbital yang lebih rendah menyebabkan pelepasan energi, energi ekstra ini dalam bentuk foton. Tingkat energi foton tergantung pada seberapa jauh elektron turun antara orbital.

Ketika foton bertabrakan dengan atom lain, atom dapat menyerap energi foton dengan meningkatkan elektron ke tingkat yang lebih tinggi. Agar hal ini terjadi, tingkat energi foton harus sesuai dengan perbedaan energi antara dua posisi elektron. Jika tidak, foton tidak dapat menggeser elektron antara orbital.

Atom yang membentuk jaringan tubuh manusia menyerap foton cahaya tampak dengan sangat baik. Tingkat energi foton cocok dengan berbagai perbedaan energi antara posisi elektron. Gelombang radio tidak memiliki cukup energi untuk memindahkan elektron antara orbital dalam atom yang lebih besar, sehingga mereka melewati sebagian besar benda. Foton sinar-X juga melewati banyak benda, tapi untuk alasan yang berlawanan: foton x-ray memiliki terlalu banyak energi.

Penggunaan Sinar-X pada Bidang Lain
Kontribusi yang paling penting dari teknologi X-ray di dunia tidak hanya di bidang kedokteran, namun telah memainkan peran penting dalam sejumlah bidang lain. Sinar-X menjadi alat penting dalam penelitian yang melibatkan teori mekanika kuantum, kristalografi dan kosmologi. Dalam dunia industri, scanner X-ray sering digunakan untuk mendeteksi peralatan logam berat. Selain itu, scanner X-ray telah menjadi perlengkapan keamanan standar di bandara.

Beberapa energi dari foton sinar-X bekerja untuk memisahkan elektron dari atom, dan sisanya mengirimkan elektron bergerak melalui ruang. Sebuah atom yang lebih besar lebih mungkin untuk menyerap foton sinar-X dengan cara ini, karena atom yang lebih besar memiliki perbedaan energi yang lebih besar antara orbital. Atom yang lebih kecil, di mana orbital elektron dipisahkan oleh lompatan energi yang relatif rendah, cenderung untuk menyerap foton sinar-X.

Jaringan lunak dalam tubuh kita terdiri dari atom yang lebih kecil, sehingga tidak menyerap foton X-ray dengan sangat baik. Atom kalsium yang membentuk tulang kita jauh lebih besar, sehingga lebih baik dalam menyerap foton sinar-X.

Mesin X-Ray
Inti dari mesin X-ray adalah pasangan elektroda, yaitu katoda dan anoda yang ditempatkan di dalam sebuah tabung kaca vakum. Katoda adalah filamen yang dipanaskan, seperti yang dapat kita lihat di dalam sebuah bola lampu neon. Mesin mengalirkan arus melalui filamen dan memanaskannya. Panas menguapkan elektron dari permukaan filamen. Anoda bermuatan positif berbentuk piringan pipih terbuat dari tungsten, menarik elektron melewati tabung.

Perbedaan tegangan antara katoda dan anoda sangat tinggi, sehingga elektron terbang melalui tabung dengan banyak kekuatan. Ketika elektron yang melaju bertabrakan dengan atom tungsten, memindahkan elektron dalam satu orbital atom yang lebih rendah. Sebuah elektron dalam orbital yang lebih tinggi segera jatuh ke tingkat energi yang lebih rendah, melepaskan energi ekstra dalam bentuk foton. Dengan penurunan yang besar, membuat foton memiliki tingkat energi yang tinggi yang disebut dengan foton sinar-X.

Elektron bebas bertabrakan dengan atom tungsten, memindahkan elektron dari orbital yang lebih rendah. Sebuah elektron orbital yang lebih tinggi mengisi posisi yang kosong, melepaskan kelebihan energi sebagai sebuah foton.

Elektron bebas juga dapat menghasilkan foton tanpa membentur atom. Inti atom dapat menarik elektron yang melaju untuk mengubah jalurnya. Seperti sebuah komet mengelilingi matahari, elektron melambat dan berubah arah karena kecepatan melewati atom. Tindakan “pengereman” ini menyebabkan elektron memancarkan kelebihan energi dalam bentuk foton sinar-X.

Dalam gambar X-ray normal, sebagian besar jaringan lunak tidak muncul dengan jelas. Untuk memusatkan perhatian pada organ, atau untuk memeriksa pembuluh darah yang membentuk sistem peredaran darah, dokter harus memberikan media kontras ke dalam tubuh.
Media kontras adalah cairan yang menyerap sinar-X lebih efektif daripada jaringan sekitarnya. Untuk membuat organ dalam sistem pencernaan dan endokrin lebih fokus, pasien harus menelan campuran media kontras, biasanya berupa senyawa barium. Jika dokter ingin memeriksa pembuluh darah atau unsur-unsur lain dalam sistem peredaran darah, mereka akan menyuntikkan media kontras ke dalam aliran darah pasien.

Media kontras sering digunakan dalam hubungannya dengan fluoroskop. Dalam fluoroscopy, sinar-X melewati tubuh ke layar neon, menciptakan citra X-ray bergerak. Dokter dapat menggunakan fluoroskopi untuk melacak berlalunya media kontras melalui tubuh. Dokter juga dapat merekam gambar bergerak X-ray pada film atau video.

Umumnya, dokter membuat gambar film sebagai negatif. Artinya, daerah-daerah yang terkena lebih banyak cahaya terlihat lebih gelap dan daerah yang terkena sedikit cahaya tampak lebih terang. Benda keras seperti tulang tampak putih, dan material lembut tampak hitam atau abu-abu. Dokter dapat membawa bahan yang berbeda ke dalam fokus dengan memvariasikan intensitas sinar X-ray.

Dampak Rontgen untuk Kesehatan
Sinar-X adalah inovasi yang bagus untuk dunia kedokteran, memungkinkan dokter melihat ke dalam tubuh pasien tanpa operasi sama sekali. Hal ini jauh lebih mudah dan lebih aman untuk melihat penyakit menggunakan sinar-X daripada langsung membedah pasien.

Tapi sinar-X juga bisa berbahaya. Pada awal perkembangan ilmu X-ray, banyak dokter akan memaparkan pasien dan ia sendiri untuk jangka waktu yang lama pada mesin X-ray. Akhirnya, dokter dan pasien mulai mengembangkan penyakit radiasi, dan komunitas medis tahu ada yang tidak beres.

Masalahnya adalah sinar-X merupakan bentuk radiasi ion. Ketika cahaya normal menabrak atom, cahaya tersebut tidak dapat mengubah atom secara signifikan. Tapi ketika sinar-X menabrak atom, sinar ini dapat mengetuk elektron dari atom untuk membuat ion, yaitu atom bermuatan listrik. Elektron bebas kemudian bertabrakan dengan atom lain untuk menciptakan lebih banyak ion.

Muatan listrik ion ini dapat menyebabkan reaksi kimia alami di dalam sel. Akibatnya antara lain dapat mematahkan rantai DNA. Sebuah sel dengan untai DNA yang rusak akan mati atau mengembangkan mutasi. Jika banyak sel mati, tubuh dapat mengembangkan berbagai penyakit. Jika DNA bermutasi, sel bisa menjadi kanker, dan kanker ini dapat menyebar. Jika mutasi dalam sperma atau sel telur, maka dapat menyebabkan cacat lahir. Karena adanya berbagai risiko ini, dokter mulai mempercepat penggunaan sinar-X.

Bahkan dengan risiko ini, pemindaian X-ray masih merupakan pilihan yang lebih aman daripada operasi. Mesin X-ray adalah alat yang sangat berharga dalam kedokteran, serta aset dalam keamanan dan penelitian ilmiah. Mungkin inilah salah satu penemuan yang paling berguna sepanjang masa.

Melacak Penyakit Dengan CT Scan

Pemindaian dengan teknologi computerized tomography atau biasa disebut CT scan, muncul pada awal tahun 1970-an. Sejak itu CT scan menjadi alat yang penting untuk pencitraan medis. Lalu apa manfaatnya?

CT Scan menggabungkan serangkaian pemindaian X-ray yang diambil dari berbagai sudut yang berbeda. Kemudian komputer akan memproses sehingga menghasilkan gambar tulang dan jaringan lunak di dalam tubuh.

 

Membantu Proses Diagnosis

CT scan adalah mesin pemindai berbentuk lingkaran yang besar, cukup untuk dimasuki orang dewasa dengan posisi berbaring. Alat ini dapat digunakan untuk mendiagnosis dan memonitor beragam kondisi kesehatan. Kemungkinan dokter akan merekomendasikan CT scan untuk dilakukan pada saat-saat tertentu, seperti:

  • Melakukan diagnosis kelainan otot dan tulang, seperti tumor atau retak pada tulang.
  • Menentukan lokasi tumor, infeksi, atau bekuan darah.
  • Memandu prosedur medis ketika melakukan operasi, biopsi, atau terapi radiasi.
  • Mendeteksi dan memonitor kondisi dan penyakit tertentu, seperti kanker, sakit jantung, nodul pada paru-paru, dan massa pada hati.
  • Mencari tahu cedera atau pendarahan internal.

Penggunaan CT scan kini juga makin banyak digunakan sebagai pemindaian penyakit atau sebagai langkah preventif. Misalnya CT scan pada usus besar bagi pasien yang memiliki risiko tinggi terkena kanker usus besar atau pemindaian jantung secara lengkap pada pasien dengan risiko tinggi penyakit jantung.

Bagian Tubuh yang Dipindai 

Selama pemeriksaan dengan CT scan, Anda akan diminta untuk berbaring di atas sebuah tempat tidur yang dapat bergerak masuk dan keluar secara otomatis. Petugas bagian radiologi atau radiografer yang membantu pemeriksaan akan menempatkan posisi Anda dengan tepat hingga bagian tubuh yang diperiksa dapat terpindai dengan jelas.Beberapa bagian tubuh berikut sering diperiksa menggunakan CT scan untuk mengetahui kondisi-kondisi khusus, seperti:

  • Kepala. CT scan biasanya digunakan di bagian kepala untuk mendeteksi jaringan yang mati akibat stroke, tumor, jaringan yang mengeras akibat tumpukan kalsium, pendarahan, dan trauma pada tulang.
  • Paru-paru. Pemindaian dapat dimanfaatkan untuk mendeteksi adanya perubahan akut atau kronis pada bagian dalam paru-paru. CT scan yang dapat dilakukan dari berbagai sudut dapat lebih akurat dibandingkan pemindaian X-ray dua dimensi.
  • Jantung. Dengan kemampuan rotasi per detik yang dikombinasikan dengan potongan gambar dengan resolusi dan kecepatan tinggi, CT scan mampu memberikan hasil pencitraan arteri koroner yang baik.
  • Rongga perut dan panggul. Pemindaian dengan CT scan merupakan metode sensitif yang dapat digunakan untuk mendiagnosis penyakit pada organ-organ di rongga perut. Dokter sering memanfaatkan untuk menentukan tingkat kanker dan perkembangannya. Juga dapat dilakukan untuk memeriksa penyebab sakit perut akut.
  • Tulang. CT scan sering digunakan untuk memindai kondisi patah tulang kompleks, terutama di sekitar sendi, karena kemampuannya untuk merekonstruksi lokasi dari berbagai sudut. Patah tulang, cedera ligamen, dan dislokasi dapat ditemukan dengan mudah.

Mempertimbangkan Faktor Risiko

Selama proses CT scan, Anda akan terpapar oleh tingkat radiasi yang lebih tinggi dibandingkan pemindaian X-ray biasa. Radiasi ini kemungkinan akan sedikit meningkatkan risiko kanker. Meski demikian, CT scan memiliki lebih banyak manfaat dibandingkan dengan tingkat risiko yang tergolong kecil.Dokter akan menggunakan tingkat radiasi serendah mungkin. Mesin dan teknik terbaru dapat membuat radiasi yang Anda peroleh makin sedikit. Konsultasikan kepada dokter mengenai manfaat dan risiko yang ada sebelum melakukan CT scan.

Paparan radiasi dari CT scan sebaiknya dijauhi oleh ibu hamil. Pertimbangkan kembali jika Anda memiliki kemungkinan hamil pada saat akan melakukan CT scan. Kemungkinan dokter akan menyarankan jenis pemindaian lain, seperti ultrasound atau magnetic resonance imaging (MRI) guna menghindari risiko pada janin.

Selain itu, anak-anak juga memiliki risiko yang lebih besar terhadap paparan radiasi dibandingkan orang dewasa. CT scan hanya dapat dilakukan jika memang sangat diperlukan pasien anak-anak.

Langkah-langkah Persiapan

Sebelum menjalani proses CT scan, Anda akan ditanyai mengenai kondisi kesehatan pada saat ini, konsumsi obat tertentu, dan kemungkinan memiliki alergi. Berikut ini langkah-langkah yang perlu diketahui sebelum menjalani CT scan.

  • Saat akan menjalani CT scan, Anda akan diminta untuk mengganti baju dengan pakaian khusus yang disediakan pihak rumah sakit. Anda juga akan diminta untuk melepas semua perhiasan sebab logam dapat mengganggu proses pemindaian.
  • Jika CT scan dilakukan pada bagian kepala, sebelumnya Anda sudah diinformasikan untuk melepaskan gigi palsu. Selain itu, alat bantu dengar dan jepit rambut juga harus dilepaskan.
  • Bicarakan terlebih dahulu pada radiografer jika Anda merasa tegang atau memiliki fobia berada di ruang tertutup sebab hal itu dapat menghalangi proses CT scan. Petugas tersebut kemungkinan dapat membantu Anda untuk merasa lebih tenang. Jika diperlukan, Anda bisa bicarakan dengan ahli medis untuk mengonsumsi obat penenang.
  • Untuk CT scan pada bagian otak atau perut, kemungkinan Anda akan diberikan cairan kontras sebelumnya. Cairan tersebut berisi pewarna aman yang akan membantu memperjelas gambar. Tergantung bagian tubuh mana yang akan dilakukan CT scan, cairan kontras dalam diberikan dalam bentuk minuman atau disuntikkan ke dalam aliran darah. Cairan itu kemudian akan dikeluarkan tubuh melalui urin.
  • Meski jarang terjadi, cairan kontras dapat mengakibatkan reaksi alergi pada sebagian orang. Konsultasikan terlebih dahulu kepada radiografer jika memiliki reaksi alergi terhadap iodin atau cairan kontras sebelumnya.

Sementara proses CT scan sedang dilakukan, Anda harus berbaring dan tidak diperbolehkan bergerak. Atur napas seperti normal untuk mendapatkan kualitas gambar yang diperoleh. Cincin besar yang berada pada mesin CT scan akan berputar mengelilingi tubuh Anda. Tiap kali berputar akan menghasilkan gambar pindai yang baru. Tempat Anda berbaring akan bergerak sedikit tiap kali cincin tersebut selesai berputar.Radiografer akan menjalankan mesin CT scan dari ruang sebelah, terpisah dari ruang pemeriksaan. Sementara itu, Anda dapat mendengar instruksi dan berbicara dengan petugas tersebut melalui interkom.

Usai menjalani proses CT scan, tidak berarti hasilnya akan langsung tersedia. Komputer akan memproses seluruh informasi yang kemudian akan dianalisis oleh seorang dokter spesialis radiologi. Laporan hasil tes kemudian akan dikirimkan kepada dokter Anda.

Risiko radiasi dari CT scan memang ada namun kecil. Dokter hanya akan menyarankan CT scan ketika kondisi Anda benar-benar memerlukannya. Hindari CT scan jika Anda memiliki kemungkinan tengah mengandung. Minta saran alternatif terbaik dari dokter.

Penyebab Detak Jantung Tidak Teratur

Detak jantung yang tidak teratur disebut aritmia. Gangguan tersebut bisa membuat seseorang memiliki detak jantung yang terlalu cepat (takikardia), terlalu lambat (bradikardia), terlalu dini (kontraksi prematur) atau sangat tidak teratur (fibrilasi).

Aritmia sendiri merupakan masalah irama jantung yang terjadi ketika impuls listrik ke jantung – yang mengoordinasikan denyut jantung – tidak bekerja dengan benar. Berikut adalah beberapa penyebab dari detak jantung tidak teratur, seperti dilansir medicalnewstoday.com.

1. Penyalahgunaan alkohol
2. Diabetes
3. Penyalahgunaan narkoba
4. Konsumsi kopi yang berlebihan
5. Penyakit jantung
6. Hipertensi (tekanan darah tinggi)
7. Hipertiroidisme (kelenjar tiroid yang terlalu aktif)
8. Tegang
9. Jaringan parut di jantung; menjadi pemicu serangan jantung
10. Merokok
11. Suplemen diet
12. Pengobatan herbal
13. Obat tertentu

Gangguan ini juga dapat memicu beberapa komplikasi, sebagai berikut:

– Stroke
Stroke dapat menyebabkan kerusakan otak dan juga bisa berakibat fatal pada tubuh.

– Gagal jantung

Takikardia atau bradikardia yang terjadi dalam waktu panjang dapat membuat jantung tidak bisa memompa cukup darah ke tubuh dan organ. Kondisi ini dikenal sebagai gagal jantung.

– Penyakit Alzheimer

Para peneliti di Intermountain Medical Center di Salt Lake City mengatakan bahwa aritmia juga berkaitan dengan penyakit Alzheimer.

Karena gangguan ini cukup berdampak serius pada kesehatan Anda, jangan sepelekan keluhan apa pun yang Anda rasakan. Segera periksakan ke dokter untuk mengetahui gambaran jelas tentang kondisi jantung Anda.

Kasitas Vital Paru & Pengukurannya

Sering kali kita melihat orang yang memilki kecepatan pernapasan dan kedalaman pernapaan berbeda antara yang satu dengan lainnya. Alat untuk mengukur kapasitas paru adalah Spirometer. Spirometer adalah suatu piranti untuk mengukur volume udara yang dihirup dan ditampung sejenak dalam paru-paru. Ini merupakan suatu ketepatan tekanan diferensial transducer untuk pengukuran laju alir pernapasan.

Dalam pengukuran kapasitas paru dikenal beberapa istilah, seperti :

  1. Vital Capasity (VC) / Kapasitas Vital

→ adalah volume udara maksimum yang dapat dikeluarkan seseorang setelah mengisi paru-parunya secara maksimum.

  1. Forced Vital Capasity (FVC)

→ adalah volume udara maksimum yang dapat dimasukkan dalam paru-paru, dan secara paksa serta cepat mengeluarkannya semaksimum mungkin.

  1. Forced Expiratory Volume in First Second (FEV1)

→ adalah volume udara yang dikeluarkan pada detik pertama dimulai dengan hembusan nafas kuat pada pernafasan penuh.

Pengukuran Kapasitas paru, disebut :

  1. Normal, bila : a. FVC ≥ 70% dan FEV1 ≥ 80%

Rasio FEV1 / FVC : 75-80%

  1. Tidak normal, bila :
  2. Obstructive     : FEV1 < 80%
  3. Restructive    : FVC < 70%
  4. Combination  : FVC < 70% dan FEV1 < 80%

Sebagian dari volume statis paru-paru dapat diukur dengan spirometer yaitu: tidal volume dan kapasitas vital (vital capacity). Tidal volume adalah volume pernapasan normal yaitu dengan menghembuskan udara ekspirasi biasa ke dalam spirometer setelah inspirasi biasa. Kapasitas vital adalah volume ekspirasi maksimal setelah inspirasi maksimal (Siregar, 2002).

Walaupun ekspirasi sudah maksimal, tetapi masih tetap ada udara yang tersisa dalam paru-paru disebut volume residu (residual volume). Volume udara dalam paru-paru setelah ekspirasi normal disebut kapasitas residu fungsional (Functional Residual capacity). Kedua volume paru-paru yang terakhir ini tidak dapat diukur dengan spirometer. Volume ini dapat diukur dengan menggunakan teknik pengenceran gas (gas dillution) atau dengan Pletismograf. Kapasitas paru-paru  (Total Lung Capacity) adalah kapasitas vital + volume residu (Siregar, 2002).

Respirasi abnormal ini mempunyai karekteristik yaitu kekuatan kecepatan ekspirasi yang lambat (FEV1/FVC lambat). Ini terjadi pada orang yang asma atatu empisemia, peningkatan voume residu dan residu fungsional kapasitas dan penurunan kapasitas vital adalah hal yang paling mudah dilihat. Pada seseorang yang mengalami penyakit ini volume parunya sama dengan orang normal. Contohnya: asma, bronchitis, dan emfisema (Odhemila, 2008). Penyakit restriktif ditandai dengan kondisi lebih nyata oleh reduksi pada kapasitas total paru. Ventilasi restriktif mungkin disebabkan kerusakan pulmonary, fibrosi pulmo (kaku abnormal, non komplikasi paru), atau karena nonpulmo deficit, mencakup kelemahan otot pernapasan, kelumpuhan, dan kelainan bentuk atau kekakuan dari dinding dada (Odhemila,2008).

Pada tes pulmonari, individu yang mengalami ventilasi restriktif memiliki penurunan kapasitas total paru, penurunan residu fungsional, dan penurunan residu pulmonal. Ketika kekuatan kapasitas vital (FVC) mungkin sangat turun, kekuatan volume ekspirasinya pada waktu satu detik dibagi dengan kekuatan kapasitas vital (FEV1/FVC) biasanya normal atau meningkat dari normal yang seharusnya mengalami penurunan karena tekanan keelastisan paru menurun (Odhemila,2008). Karena tekanan pleura drop memaksa paru menjadii inflamasi, kedalaman pernapasan pada orang yang mengalami restriktif berbeda dibandingkan pada orang yang normal, dan meraka mengakhiri pernapasan dengan pernapasan dangkal dan cepat (Odhemila,2008).
Alat

No Nama dan Spesifikasi Alat Jumlah
1 Spirometer 1
2 Penjepit hidung 1
3 Printer 1
4 Daya listrik 1
5 Timbangan badan dengan ketelitian 0,1 kg untuk mengukur Berat Badan (BB) 1
6 Meteran gulung (microtoise) untuk mengukur Tinggi Badan (TB) 1

Bahan

No Nama dan Spesifikasi Bahan Jumlah
1 Kertas struk printer 1
2 Mounpase 1

Prosedur kerja:

  1. Mengecek kelengkapan alat
  2. Merangkai alat dan kelengkapannya
  3. Memasang tranduser atau saringan
  4. Menghidupkan power dengan menekan tombol ON
  5. Menekan tombol ID → KETIK Nomor urut
  6. Menekan tombol : ENTRY
  7. Menekan tanda atau tombol : JENIS KELAMIN/Sex : Male or Female
  8. Menekan tombol : ENTRY
  9. Mengetik : Umur
  10. Menekan tombol : ENTRY
  11. Mengetik : Tinggi badan (TB → cm)
  12. Menekan tombol : ENTRY
  13. Mengetik : Berat badan (BB → kg)
  14. Hidung ditutup dengan penutup hidung (penjepit) supaya udara tidak melewati hidung dan memastikan tidak bocor.
  15. Sebelum dimulai pengukuran, latihan bernafas terlebih dahulu, bernafas melalui mulut sebanyak 3-4 kali, kemudian menarik nafas sampai penuh dan menghembuskan sekuat tenaga, mengulang sebanyak 3 kali.
  16. Menghidupkan FVC = bernafas penuh langsung menghembuskan sebanyak 3 kali.
  17. Menekan tombol STOP
  18. Muncul gambar grafik
  19. Printer dihidupkan (ON)
  20. Menekan tombol PRINT
  21. Mengeluarkan kertas dengan menekan tombol FEED
  22. Mematikan alat dengan menekan tombol OFF

Memilih Distributor Alat Kesehatan

Melihat dunia medis yang semakin berkembang, kini kita semakin percaya bahwa setiap penyakit pasti ada obatnya. Terlebih adanya kontribusi dari teknologi yang membuat dunia medis semakin maju. Kini, semakin banyak distributor alat kesehatan yang menawarkan berbagai alat-alat medis yang baik dan terstandar untuk digunakan oleh para tenaga kesehatan maupun untuk orang biasa dirumahnya. Tidak semua alat-alat medis hanya boleh digunakan oleh dokter. Orang biasa pun bisa menggunakan alat-alat medis sendiri namun sesuai dengan ketentuan. Alat-alat medis yang boleh digunakan dirumah seperti perban, plester, suntikan, termometer, dan lain sebagainya.

Sedangkan untuk alat-alat medis yang bersifat diagnosis dan pengobatan biasanya hanya bisa digunakan oleh tenaga medis profesional saja seperti pisau bedah, alat diagnosa stetoskop, buku buta warna, dan sebagainya. Peran alat-alat medis tentu sangat krusial karena seorang dokter atau tenaga medis memerlukannya untuk menunjang pengobatan pasien. Bagi sebuah rumah sakit, klinik, ataupun balai pengobatan, keberadaan alat-alat medis harus terpenuhi guna memberikan pelayanan yang terbaik untuk pasien. Maka bekerja sama dengan distributor adalah hal yang sudah sewajarnya dilakukan.

Namun, memilih distributor yang tepat sekarang ini gampang-gampang susah. Berikut tips untuk memilih distributor yang terpercaya:

– Harga bukan jaminan

Seringkali pembeli tergiur dengan harga murah yang ditawarkan. Sah-sah saja memang memilih berdasarkan harga jika ingin menyesuaikannya dengan budget yang ada. Namun perlu diperhatikan bahwa kualitas jauh lebih penting dari harga. Jika alat-alat medis yang dibeli murah namun mutunya dibawah standar maka alat tersebut tidak akan berfungsi secara optimal. Dan bukan tidak mungkin akan cepat rusak. Sehingga disarankan untuk tidak mudah tergiur dengan harga murah yang ditawarkan. Sebaliknya, pilihlah yang distributor yang menawarkan barang-barang berkualitas dan terjamin.

– Selektif memilih distributor online

Kini pembeli tidak harus pergi jauh-jauh mendatangi toko atau tempat dimana distributor menjual alat-alat kesehatan karena kini sudah ada distributor alat kesehatan online yang siap menerima pesanan secara online. Namun perlu diperhatikan bahwa tidak semua distributor merupakan penjual utama dari alat kesehatan yang ditawarkan. Bisa saja ia adalah pihak ketiga sehingga ketelititian pembeli sangat diutamakan dalam hal ini. Akan lebih baik jika pembeli membeli langsung dari distributor atau manufakturnya agar kualitas alat-alat kesehatan yang akan dibeli benar-benar terjamin.

– Tidak memilih asal

Baik membeli secara online maupun langsung mengunjungi distributor, sebaiknya pembeli tidak asal beli. Bila perlu, mintalah rekomendasi dari teman. Jika ingin membeli secara online, pembeli bisa meluangkan waktu sejenak untuk membaca berbagai testimoni yang diberikan pembeli lainnya diforum. Hal ini bisa membantu pembeli untuk memutuskan beli atau tidaknya alat-alat medis pada distributor tersebut. Tidak perlu terburu-buru dalam melakukan transaksi. Jika perlu, tanyakanlah berbagai hal kepasa customer service mengenai kualitas, harga, dan kondisi barang. Menanyakan informasi tersebut sangat wajar dilakukan calon pembeli untuk mengetahui barang yang akan dibelinya.

Memilih distributor alat kesehatan yang terpercaya sekarang ini gampang-gampang susah. Namun dengan memperhatikan beberapa hal dengan lebih cermat, maka pembeli bisa mendapatkan alat-alat kesehatan yang sesuai dengan keinginan seperti dari segi kualitas dan harga. Beberapa tips diatas bisa coba diterapkans ebelum membeli barang dan semoga bisa membantu anda dalam menentukan distributor alat medis mana yang akan diajak untuk kerja sama dengan balai pengobatan yang anda kelola seperti rumah sakit, puskesmas, klinik, dan lain-lain.